Soal untuk di kerjakan


1. Macam-macam unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra


A. Unsur Intrinsik

Adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam, yang langsung terdapat dalam teks karya tersebut.

Contohnya:

1. Tema → Gagasan pokok atau ide utama cerita.

Contoh: tema perjuangan, persahabatan, cinta, keadilan, dll.

2. Tokoh dan Penokohan → Pelaku dalam cerita dan cara pengarang menggambarkan wataknya.

Contoh: tokoh utama, tokoh antagonis, tokoh pembantu.

3. Alur (Plot) → Rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir cerita.

Contoh: alur maju, mundur, campuran.

4. Latar (Setting) → Tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa.

Contoh: di sekolah, tahun 1945, suasana tegang.

5. Amanat (Pesan) → Nilai atau pelajaran yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.

6. Sudut Pandang (Point of View) → Cara pengarang menempatkan diri dalam cerita.

Contoh: orang pertama (“aku”) atau orang ketiga (“ia”, “dia”).

7. Gaya Bahasa (Majas) → Cara pengarang mengungkapkan cerita dengan pilihan kata dan bahasa tertentu.


B. Unsur Ekstrinsik

Adalah unsur dari luar karya sastra yang memengaruhi penulisan atau isi karya.

Contohnya:

1. Latar Belakang Pengarang → Pengalaman hidup, pendidikan, dan pandangan hidup pengarang.

2. Kondisi Sosial Budaya → Keadaan masyarakat tempat karya itu dibuat.

3. Nilai-nilai dalam Karya Sastra → Nilai moral, agama, sosial, politik, dan budaya yang terkandung dalam cerita.

4. Situasi Zaman → Keadaan politik, ekonomi, atau sosial pada masa karya itu diciptakan.


2. Istilah yang terdapat pada:


A. Cerpen (Cerita Pendek)

1. Tokoh → Pelaku utama dan pendukung cerita.

2. Alur → Jalan cerita yang singkat dan padat.

3. Konflik → Masalah utama yang dihadapi tokoh.

4. Latar → Tempat, waktu, dan suasana kejadian.

5. Amanat → Pesan moral atau nilai yang ingin disampaikan.


B. Drama

1. Dialog → Percakapan antar tokoh.

2. Babak dan Adegan → Pembagian bagian cerita dalam drama.

3. Prolog dan Epilog → Pembukaan dan penutup dalam drama.

4. Naskah Drama → Teks yang berisi dialog dan petunjuk pementasan.

5. Pemain, Sutradara, dan Penata Artistik → Unsur pendukung pementasan drama.


C. Puisi

1. Rima → Persamaan bunyi pada akhir baris.

2. Irama → Pergantian tinggi rendah, panjang pendek bunyi dalam puisi.

3. Diksi → Pilihan kata yang digunakan penyair.

4. Imaji (Citraan) → Gambaran yang ditimbulkan dalam pikiran pembaca (pendengaran, penglihatan, perasaan).

5. Majas → Bahasa kias yang memperindah puisi (metafora, personifikasi, simile).

6. Tema dan Amanat → Pokok pikiran dan pesan yang ingin disampaikan penyair.



3A. Persamaan Pantun dan Syair

1. Sama-sama termasuk puisi lama.

2. Sama-sama terdiri dari empat baris dalam satu bait.

3. Sama-sama memiliki rima atau sajak yang teratur.

4. Sama-sama berisi nasihat, pesan moral, atau ungkapan perasaan.

5. Sama-sama menggunakan bahasa yang indah dan berirama.


3B. Perbedaan Pantun dan Syair

No Aspek Pantun Syair

1 Asal Berasal dari Melayu Berasal dari Arab lalu berkembang di Melayu

2 Rima (persajakan) a-b-a-b a-a-a-a

3 Isi baris Baris 1–2 = sampiran, baris 3–4 = isi Semua baris berisi isi

4 Fungsi Untuk hiburan, sindiran, atau nasihat ringan Untuk bercerita atau memberi ajaran agama

5 Bahasa Lebih ringan dan sederhana Lebih serius dan puitis

6 Makna Dapat dipahami dari satu bait saja Maknanya utuh setelah beberapa bait


Komentar